pusat-pupuk-organik-nasa

pusat-pupuk-organik-nasa
PUPUK ORGANIK NASA ADALAH PUPUK ALAMI BERTEKNOLOGI TINGGI SEHINGGA MAMPU MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS PERTANIAN ANDA. DAPATKAN PUPUK PERTANIAN NASA HUB WA/CALL : 087747838108/082242036873 CHAT/BBM : D68201DC

BUDIDAYA TANAMAN CABAI ORGANIK NASA

A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam didaerah tinggi maupun dataran rendah pH tanah 5 - 6, Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah ( resiko ) diantaranya teknis budidaya, kurangnya unsur mikro, hama dan penyakit dll.

PT NATURAL NUSANTARA berupaya membantu para petani cabai untuk mengatasi permasalahan tersebut dan untuk mendapatkan produksi yang maksimal secara kualitas, kuantitas dan kelestarian aspek 3 K.

www.pusatpupukorganik.com

B. FASE PRATANAM
1. Pengolahan Lahan
  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 - 1ton / 1000 m2.
  • Diluku kmudian digaru diamkan selama satu minggu.
  • Diberi dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2. 
  • Buat bedengan dengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm.
  • Siramkan SUPER NASA ( 1 botol ) atau POC NASA ( 1 - 2 botol ).Super nasa : 1 botol SUPERNASA dilarutkan dalam 3 liter air ( larutan induk ). Setiap 50 liter dicampurkan 200 cc larutan induk. Atau 1 gembor ( 10 liter ) diberi satu peres sendok makan supernasa disiramkan kebedengan 5 - 10 m.
  • POC NASA 2 - 4 tutup dicamurkan kedalam 1 gembor (10 liter air ) disiramkan 5 - 10 m bedengan.
  • Campurkan GLIO 1 - 2 bungkus ( 100 - 200 gram ) campurkan kedalam pupuk kandang 50 - 100 kg. Diamkan selama 1 minggu dan disebarkan kebedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa ( plastik hitam silver ) dan dilubangi jarak tanam 60 x 70 cm pola zig zag. Biarkan 1 - 2 minggu.
2. BENIH
  • Kebutuhan 1000 m2 1 - 1,5 sachet Natural CK - 10 atau CK - 11 dan Natural CS - 20, CB - 30.
  • Biji direndam dalam air hangat dicampurkan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup botol / liter kemudian diperam semalam.
C. FASE PERSEMAIAN ( 0 - 30HARI )

1. Persiapan Persemaian
  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1. pupuk kandang sebelum dicampur dengan tanah dicampurkan GLIO 100 gram setiap 25 - 50 kg pupuk kandang dan diamkan selama 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau cotong daun pisang.
2. Penyemaian
  • Biji cabai diletakkan satu persatu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring.
  • Semprot POC NASA dosis 1 - 2 ttp/ tangki umur 10 - 17 hss.
  • Penyiraman dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menjaga kelembapan.
3. Pengamatan Hama dan Penyakit
a. Penyakit
  • Penyakit rebah semai ( dumping off ), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk, disebabkan oleh cendawan Phytium sp dan Rhizoctonia sp.Cara pengendalian : tanaman yang terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembapan dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram glio 1 sendok makan ( 10 gr ) per 10 liter air.
  • Penyakit Embun Bulu ditandai dengan adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang disebabkan cendawan Peronospora parasitica.Cara mengatasi seperti rebah semai.
  • Kelompok Virus, gejalany pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun pucat.Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman unur 2 minggu.Cara mengatasinya bibit yang tersetang dicabut dan dibakar semprot dengan semprot dengan BVR / PESTONA.
b. Hama
  • Kutu daun persik ( Aphyt sp ) perhatikan bagian permukaan atau bagian lipatan pucuk daun biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari kloni kutu daun yang ditemukan. Semprot menggunakan BVR atau PESTONA.
  • Hama trips parvispinusGejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun dihisap. Lapisan bawah daun berwarna keperak - perakan atau berwarna seperti tembaga. Biasanya kloni berkeliaran dibawah daun, pengamatan dilakukan pada pagi hari atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah bisa disemprotkan dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi serangan.
  • Hama tungau ( polypaghotarsonemus ) Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir kebagian bawah sepanjang tulang daun, pucuk menebal dan berguguran sehingga tersisa batang dan cabang. Perhatikan daun muda bila menggulung dan keras itu tandanya terserang tungau cara mengatasinya semprotkan BVR atau PESTONA.
4. FASE PRATANAM
a. Pemilihan Bibit
  • Pilihlah bibit yang sehat, sragam juga mulus.
  • bibit memiliki helai daun 5 - 6 ( umur 21 - 30 hari )
b. Cara Tanam
  • Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari Polibeg dilepas. Setelah penanaman selesai langsung siram / semprot dengan POC NASA dosis 3 - 4 tutup / tangki.
c. Pengamatan Hama dan Penyakit
  • Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ). Aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat memakan tanaman muda dengan cara memotong batang atau tangaki daun, siang hari bersembunyi didalam tanah sekitar tanaman yang terserang setiap ulat yang ditemukan lalu dibunuh. Serangan yang parah disemprotkan PESTONA atau BVR.
  • Ulat Grayak Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dan berbintik hitam dari kedua sisi bagian perut atau badan ulat,  terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya seperti bulan sabit.Gejala serangan larva memakan bagian permukaan daun dan daging buah dengan kerusakan bintil - bintil atau lubang - lubang besar. Serangan parah daun cabai gundul sehingga tinggal ranting rantingnya saja, telur dikumpulkan dan dimusnahkan, menyiangi rumput yang berada disekitar tananan yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan PESTONA dan BVR.
  • Blekicot / Siput Memakan tanaman terutama malam hari, dicari kadang berada disekitar tanaman, dan biasanya sembunyi dibawah mulsa.
  • Kutu - kutuan ( tryps, Aphis, tungau ) lihat fase penyemaian.
  • Penyakit layu Disebabkan jamur antara lain fusarium, phytium, Rhizoktonia.Gejala serangan tanaman secara tiba - tiba, tanaman kering dan gugur daun. Tanaman dimusnahkan untuk mengurangi penyebaran dilakukan dengan penebaran GLIO.
  • Penyakit Bercak Daun Cercospora capsici, jamur ini menyerang pada musim hujan gejala ini diawali menyerang daun tua bagian bawah.Gejala dalam serangan berupa bercak dengan berbagai ukuran bagian tengah berwarna abu - abu atau putih, kadang bagian tengah sobek berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur hanya tersisa buah dan rantingnya saja. Akibat serangan buah menjadi terbakar oleh sinar matahari pengamatan pada tanaman tua.
  • Lalat Buah Gejala serangan buah yang sudah berisi belatung akan keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau buah berubah bentuknya. Penaganan kumpulkan buah yang terserang dan musnahkan berikan METILAT lem lalat buah.
  • Penyakit Busuk Buah Serangan mula - mula totol atau bercak pada buah membusuk dan melebar membentuk warna orange, abu - abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis - garis melingkar penuh titik spora berbentuk hitam. Serangan berat mengakibatkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah maupun masih hijau tua. Penanggulangan dilakukan dengan mengumpulkan buah yang terjangkit dan memusnahkanny. Tebarkan GLIO pada sekeliling batang.
5. FASE PENGELOLAAN TANAMAN ( 7 - 70 HST )
  • Penyiraman dapat dilakukan dengan pengecoran tiap tanaman atau penggenangan ( lep ) jika dirasa kering.
  • Pemupukan lewat pengocoran tiap minggu sekali tiap lubang, pupuk pengecoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP-36 : KCL : NASA = ( 250 : 250 : 250 ) gr dalam 50 liter ( satu tong kecil ) larutan. Diberikan 1 - 4 minggu dosis 2500cc / lubang, sedangkan umur 5 - 12 minggu dengan perbandingan pupuk Urea : SP-36 : KCL : NASA = ( 500 : 250 : 250 ) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc / lubang.
  • Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 sebagai berikut :
 JENIS PUPUK
 1-4 MINGGU / KG
 5-12 MINGGU / KG
Urea :
 7
 56
    SP-36 :  
 7
 28
  KCL  : 
 7
 28

Catatan :

  1. Umur 1 - 4 minggu 4 kali aplikasi ( 7 tong / aplikasi ).
  2. Umur 5 - 12 minggu 8 kali aplikasi ( 14 tong / aplikasi ).


  • Penyemprotan POC NASA ketanaman denga. Dosis 3 - 4 ttp / tangki pada umur 10, 20 dan pada umur 30, 40 dan 50 penyemprotan POC NASA 3 - 4 ttp dan HORMONIK dosis 1 - 2 ttp / tangki.
  • Permpelan disisakan 2 - 3 cabang utama / produksi umur 15 - 30 hari.
  • Pengamatan hama dan penyakit.

6. FASE PANEN DAN PASKA PANEN

a. Pemanenan

  • Panen pertama sekitar umur 60 - 70 hari, panen kedua dan setrusnya 2 - 3 hari dengan jumlah panen 30 - 40 kali atau lebih tergantung pada ketinggian tempat dan cara perawatan.
  • Setelah pemetikan ke 3 ssmprot dengan POC NASA + HORMONIK  dan pupuk seperti diatas dengan dosis 500cc /pohon.

b. Cara Panen

  • Buah yang dipetik tidak terlalu tua ( 80 - 90 ).
  • Panen dilakukan pagi hari setelah embun kering.
  • Penyortiran dilakukan sejak dilahan simpan di tempat yang teduh.

Demikian cara budidaya tanaman cabai dengan produk organik NASA selamat mencoba.

Pesan segera produk NASA hanya di distributor resmi PT NATURAL NUSANTARA.
HUB : 082242036873
WA / CALL : 087747838108

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BUDIDAYA TANAMAN CABAI ORGANIK NASA"

Posting Komentar